-->

Wednesday, June 3, 2015

German Gulaschkanone Academy 1/35

Sudah lama saya tidak posting disini, kebetulan ada waktu senggang pas diklat dimanfaatkan saja buat posting hehe.

Gulaschkanone menurut sumber yang saya dapat adalah kereta Gulasch atau semur daging khas jerman. Biasa disebut juga field kitchen karena memang fungsinya adalah dapur lapangan.

Dengan ditarik 2 ekor kuda, kereta ini ada 2 bagian, untuk bagian depan adalah tempat duduk kusir dan tempat menaruh bahan makanan/kaleng susu. Sedang bagian belakang adalah tempat tungku dan wadah semur dagingnya.

Mini diorama ini bercerita tentang Gulaschkanone yang terperosok kedalam sungai dan sang kusir kehilangan kendali atas keretanya.

Untuk kit ini sendiri saya membelinya tahun 2009 dan sempat terhenti proses pembuatannya sampai tahun 2015 ini. Pertama saya mengganti 2 ekor kuda bawaan kit menjadi kuda bekas mainan masa kecil saya dahulu kebetulan mempunyai sculpt yang bagus dan skala yang pas. Untuk figur kusir saya repose dan mengganti kepalanya menjadi resin. Sedang untuk air saya pakai resin bening yang dituang per layer ya diberi dam supaya tidak berceceran kemana mana saat dicetak.
Silahkan dinikmati foto yang ada dibawah ini, terima kasih :-)








Baca selengkapnya!

Tuesday, January 14, 2014

Monumen Ketenangan Jiwa (Japan Peace Of Soul Monument)

Hari ini kebetulan pas hari libur nasional saya bersama Mas Agus Nugroho salah satu penggiat sejarah & reenactment kota Semarang memutuskan untuk mengunjungi Monumen Ketenangan jiwa, sebagai salah satu kegiatan mengenal sejarah di kota Semarang. Kebetulan kami berdua kurang tahu letak pastinya monumen tersebut walaupun sebenarnya letaknya tidak terlalu jauh dari rumah saya.

Dengan bermodalkan informasi minim dari internet kami mulai mencari lokasi tersebut, seperti diperkirakan semula, lokasi monumen itu jauh dari keramaian dan memang terpencil di pinggir muara sungai Banjir Kanal Barat yang berhadapan dengan laut Jawa, lokasi untuk menjangkaunya adalah lewat arteri Yos Sudarso, tepatnya di lampu merah ke 3 setelah lampu merah bundaran Kalibanteng, disitu ada gerbang yg dulunya ex lokasi wisata Pantai Tanjung Emas Semarang, untuk masuk kesitu kita harus membayar restribusi sebesar 3 ribu rupiah per orang, jangan harap jalan menuju monumen tersebut mulus beraspal, karena kita harus siap2 ber off road ria karena jalanan dari tanah dan di beberapa titik berlumpur dalam sehingga motor pun berkali2 masuk kubangan lumpur, apalagi ini lagi musim hujan sehingga lumpur pun masih basah2nya, disini kesabaran kita diuji jangan sampai sebelum mencapai monumen ketenangan jiwa kita sudah emosi jiwa duluan.



Sekitar 500 meter dari gerbang depan dan lewat jalan berliku ahirnya kita sampai ke lokasi yang dituju, sebuah monumen sederhana terbuat dari batu terletak di pinggir sungai Banjir Kanal Barat yang berbatasan dengan laut Jawa, di sisi lain terdapat prasasti yang berisi tandatangan walikota Semarang Bp Sutrisno Suharto yang meresmikannya pada tahun 1998, di kedua sisi monumen batu tersebut terukir prasasti yang kebanyakan bertulisan kanji, di salah satu sisi ada tulisan berbahasa Indonesia yang menyatakan pembangunan monumen ini bertujuan untuk mengingat para serdadu Jepang yang terbunuh ketika Pertempuran 5 hari di Semarang, terutama sekitar 150 Orang yang terbunuh di penjara Bulu, memang miris melihat tulisan disitu yang intinya menggambarkan tentara2 itu yang sudah berniat pulang ke Jepang karena Jepang telah kalah akhirnya tidak bisa melaksanakan niatnya karena terbunuh di penjara, maka dibangunlah monumen ini yang menghadap ke utara yang konon jika ditarik lurus maka akan mengarah ke Jepang, dengan tujuan para arwah tentara ini bisa tenang dan bisa kembali ke tanah kelahirannya di Jepang. selain itu konon dulu serdadu Jepang yang tewas tidak sempat dikuburkan sehingga mayat mayat mereka di buang ke sungai Banjir Kanal Barat dan hanyut menuju Laut Jawa, Monumen ini sendiri dibangun dengan biaya pemerintah Jepang dan untuk waktu waktu tertentu perwakilan pemerintah jepang dan para veteran perang Jepang datang dan upacara untuk mendoakan pendahulu/keluarga/rekan mereka yang ikut tewas saat itu.

Walaupun terkesan "memihak" dan seolah2 pihak Jepang disaat pertempuran terjadi sebagai pihak yang lemah, monumen ini bisa menjadi media pembelajaran jika perang itu memang kejam dan tidak peduli siapapun bisa menderita karenanya, sehingga diharapkan kedepannya perdamaian bisa terpelihara diantara umat manusia. Dengar2 pihak kementerian PU memang sudah mempunyai rencana membuat lokasi yang dilalui sungai Banjir Kanal Barat menjadi lokasi yang asri dan cocok untuk berwisata menyusuri sungai dan semoga segera terlaksana pemerintah bisa membuat akses yang baik menuju lokasi ini dan mengembangkan lokasi ini menjadi tempat wisata yang ramai lagi seperti dahulu. karena tidak banyak orang yang tahu tentang monumen ini.

 


Baca selengkapnya!

Tuesday, April 30, 2013

SMOKE di Acara Pasar Senggol Semarang

Penampilan pertama kali SMOKE di acara Pasar Senggol Hotel Grand Candi Semarang, bersama STOC (Semarang Toys Community), Paper replica, Gundam dll, Minggu, 28 April 2013


Baca selengkapnya!

Monday, July 2, 2012

Hasegawa Karl with Munition Panzer

Lama gak posting nih, iseng2 posting hasil karya, kali ini saya bikin karl 1/72 keluaran Hasegawa, yg saya suka dari kit ini adalah fitting yg bagus, mungkin karena Hasegawa emang terkenal sebagai pabrik kit yg presisi, sehingga tidak ada kendala berarti di proses perakitan.
Sempat terjadi insiden kecil ketika merakit meriamnya, yg harusnya ada pegasnya malah terkena lem, jadinya sulit digerakkan, cuma itu tidak mempengaruhi perakitan secara keseluruhan :-)








Baca selengkapnya!

Sunday, June 24, 2012

Review Red Rose Of Normandy

Review Red Rose Of Normandy

Buat penggemar film WW2 ada film lumayan baru nih, pertama lihat cover nya sih ok, penasaran isinya ku coba tonton, cuma jalan ceritanya kurang bagus, pemainnya gayanya sangat kaku dan aktingnya biasa aja, apalagi adegan ledakannya terlihat si pembuat film sangat berhati2 sebisa mungkin tidak merusak properti syuting karena beberapa adalah barang asli, dan beberapa scene terlihat tembakan meriamnya hasil manipulasi komputer.

yang lebih parah scene normandy landing yang harusnya diceritakan megah, kolosal dan heroik disini diwakilkan cuma beberapa pasukan yg naik 2 (baca: DUA) landing craft saja yang menuju pantai, disini penonton jadi kecewa, apalagi tentara amerika nya nampaknya diperankan oleh orang2 yg sudah tua dan beberapa terlihat agak kelebihan berat badan, hehee
Tapi jangan kecewa dulu, nampaknya si pembuat film ini (yang juga jadi aktor utama) ingin memamerkan keautentikan alat2 perang yang dibikin serealistis mungkin untuk mengejar cerita yg sesuai sejarah, contoh gampangnya seragam dan senjata prajuritnya, trus kalo tidak salah lihat tank T34, greyhound, m3 truck, meriam pak 40 dan beberapa senjata lain adalah asli bukan replika, ada sdkfz 251, kubelwagen, hetzer bahkan ada goliath juga kalo menurut saya itu replika tetapi dibuat sedetail mungkin mirip aslinya, usaha gagal di film ini adalah membuat replika tank tiger yang hasilnya kurang bagus.
Jika boleh menilai film ini ku Nilai 2 dari 5 :-)


Baca selengkapnya!

Friday, September 16, 2011

The Pacific Dry Fit

hhmmm udah lama ga posting kerjaan nih, ok ini sebenarnya juga belum jadi. terinspirasi sama serial The Pacific sama film Letter From Iwo Jima akhirnya bikin dio ini...

sebenarnya sih pengen bikin diorama base buat gebirgsjager ku, namun apa daya sepertinya malah feel nya gak masuk, akhirnya coba diorama pacific aja deh...
foto dibawah ini baru dry fit alias test fit... monggo dikomen....







Baca selengkapnya!

Sunday, April 12, 2009

Persiapan Pembentukan Klub Model Kit Semarang

Jumat malam 10 April 2009 aktivis modelkit.org yang berdomisili di Semarang pada ngumpul di rumah mas Didit di daerah Ganesha Semarang. Ada saya, mas Susanto, Mas Joko, Mas Didit dan Mas Giarto. 2 orang yang disebut terakhir emang ga aktif di modelkit.org tetapi punya perhatian terhadap rakit merakit model kit.

Yah emang baru 5 orang yang datang soalnya emang agak terkendala sama pencarian anggota baru di kota Semarang. Sebelum malam itu kami emang sudah beberapa kali bertemu di rumah masing2 anggota, tetapi yang sering dijadikan home base ya di rumah mas Didit yang koleksi figure 1:35 kalo ditata bisa jadi 2 batalyon hehehe.
Acara malam itu mas Didit minta tolong sama mas Susanto untuk ngecat Puma miliknya. Selain itu juga saya mau minta bantuan ngerontokin cat di figure 1:35 saya, caranya direndam di alcohol 97% habis itu disikat dan hasilnya cat mengelupas dengan sendirinya. Lumayan banyak ilmu yang bisa diserap, karena malam itu juga bisa sekalian belajar cara ngecat pakai airbrush.
Oya, selain itu agenda pertemuan juga membahas pembentukan klub model kit di Semarang yang lebih professional. Jadi kita bikin draf pengumuman yang rencananya akan ditempel di tempat-tempat umum dan toko mainan di Semarang. Nah kendalanya kita belum tahu kira-kira nama klubnya apa? Hehehe. Tetapi kayanya saya mau ngasih usulan kalau namanya SMOKE alias Semarang Modelkit Enthusiasts, semoga bisa di terima hehehe. Habis ini mau desain lay out pengumuman dulu ah, biar cepat jadi klub nya.
Segini dulu ah, kalo ada info lanjutan akan saya update deh. Doain ya…





Baca selengkapnya!